ndas.jpg
BADAN DIKLAT PROVINSI JAWA TENGAH - Jl. Setiabudi 201 A Semarang
samping.jpg
Tahun 2014
Tahun 2013
Tahun 2012
  Diklat Lainnya »
Komunikasi Yang Efektif dengan PORTAL pada Diklatpim di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah - Didik Singgih Hadi, SE, M.Si
Peningkatan Kecerdasan Emosional Pegawai Negeri Sipil Dalam Upaya Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat - Ir. Supriyanto, M.Si
Tantangan dan Peluang Pemerintah Kabupaten / Kota Terhadap Pendaerahan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) - Sudirman Mustafa, SH, M.Hum
Cara kreatif dan Inovatif Pendisiplinan Pegawai Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah - Didik Singgih Hadi, SE, M.Si
Percepatam Reformasi Birokrasi Melalui Sistem Diklat Berbasis Kompetensi - Ir. Enny Karnawati, M.Si
  Artikel Lainnya »
RUP Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah 2014
Pengumuman Pemenang Lelang Sederhana Pengadaan Konsumsi Bagi Kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan LIV - LVII (4 Angkatan) dan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan LIV - LVII (4 Angkatan)Tahun 2013
Pengumuman Pelelangan Sederhana Dengan Pascakualifikasi Pengadaan Konsumsi Bagi Kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan LIV - LVII (4 Angkatan) dan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan LIV - LVII (4 Angkatan) Tahun 2013
Pengumuman Pemenang Lelang Umum Renovasi Asrama Sumbing I Gedung Pendidikan Sumbing
Pengumuman Pemenang Lelang Sederhana Pengadaan Jasa Transportasi, Akomodasi dan Konsumsi pada Kegiatan Observasi Lapangan (OL) Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan LII Tahun 2013
  Info Lelang Lainnya »
 
 
  Home / News -
 
MODEL PENDAMPINGAN WIDYAISWARA DALAM KTI di Badan Diklat Prov. Jateng (Sebuah Pemikiran Awal)
 
 
Selasa, 28 Desember 2010 07:11:00

 
  Latar Belakang
       Reformasi birokrasi yang sedang berjalan saat ini, oleh banyak kalangan dinyatakan kurang berhasil. Hal tersebut dibuktikan oleh masih banyaknya keluhan, kritik, dan komplain, bahkan protes masyarakat terhadap kinerja pelayanan aparatur pemerintahan. Salah satu penyebab yang cukup menonjol terkait dengan sumber daya  manusia (SDM) aparatur adalah  masalah profesionalitas dan kompetensinya.
       Lembaga diklat pemerintah menduduki peran strategis dalam upaya pengembangan dan peningkatan profesi dan kompetensi SDM Aparatur. Salah satu unsur utama keberhasilan misi lembaga diklat adalah keberadaan widyaiswara yang kompeten dibidang tugasnya.  Widyaiswara memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS. Dalam rangka pembinaan profesi dan karir widyaiswara telah ditetapkan Peraturan Menteri PAN Nomer PER/14/M.PAN/6/2009 tentang Widyaiswara dan Angka Kreditnya
       Pengaturan lebih lanjut tertuang dalam Peraturan Bersama Kepala LAN dan BKN  Nomer 1 tahun 2010 dan Nomer 2 tahun 2010 tentang Juklak Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka kreditnya. Salah satu ketentuan disana mengatur tentang Standar kompetensi Widyaiswara yaitu kemampuan minimal yang secara umum dimiliki oleh Widyaiswara dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih PNS, yang terdiri atas kompetensi pengelolaan pembelajaran, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi substantif;
         Dalam hal kompetensi substantif, maka sub kompetensi yang harus dimiliki widyaiswara adalah:
  1. menguasai keilmuan dan keterampilan mempraktekkan sesuai dengan materi diklat yang diajarkan; dan
  2. menulis karya tulis ilmiah yang terkait dengan lingkup kediklatan dan/atau pengembangan spesialisasinya.
       Dalam rangka sertifikasi widyaiswara dilakukan uji kompetensi melalui penilaian portofolio dan micro teaching. Salah satu sub kompetensi dalam penilaian portofolio menyangkut penulisan karya ilmiah terkait dengan lingkup kediklatan dan atau pengembangan spesialisasinya.
      Pada kenyataannya, khususnya di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, kinerja widyaiswara dalam penulisan karya ilmiah masih rendah. Meskipun pada tahun 2009 sudah pernah diselenggarakan Diklat Fungsional Penulisan KTI, namun Tim penilai angka kredit sering menjumpai keterlambatan kenaikan pangkat yang disebabkan proporsi angka kredit dalam pengembangan profesi yang utamanya dari karya tulis masih kurang.
       Oleh karena itu menjelang pemberlakuan sertifikasi pada tahun 2014 masalah utama yang perlu langkah dan upaya strategis “ Masih rendahnya unjuk kerja dan produktivitas widyaiswara dalam menulis karya ilmiah”.
      
Tujuan Penulisan
       Melalui artikel  ini diharapkan dapat dirumuskan program peningkatan dan pengembangan kompetensi widyaiswara, khususnya dalam kemampuan dan ketampilan menulis serta produktivitas menghasilkan karya ilmiah. Kinerja widyaiswara dalam menulis karya ilmiah tidak hanya menjadi tanggung jawab personal seorang widyaiswara tetapi juga tanggungjawab kelompok maupun lembaga/Bandiklat Prov. Jateng. 
       Dokumen hasil karya ilmiah para widyaiswara akan sangat menentukan penilaian portofolio yang dipersyaratkan dalam sertifikasi widyaiswara pada tahun 2014. Dalam waktu dua-tiga tahun ke depan dengan upaya terstruktur dan terencana secara baik dan komprehensif diharapkan kinerja dan produktivitas widyaiswara dalam menulis karya ilmiah dapat meningkat  signifikan.

Ruang Lingkup Bahasan
       Pembahasan dalam artikel  ini, akan menyangkut hal-hal sebagai berikut:
  1. Deskripsi singkat Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah meliputi Visi, Misi dan Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan (SWOT)
  2. Rencana kegiatan menyangkut Analisis SWOT masalah aktual, Identifikasi dan Prioritas Masalah, Pemecahan Masalah, serta  Rencana implementasi
  3. Simpulan dan Rekomendasi

DESKRIPSI SINGKAT BANDIKLAT PROV.JATENG
Visi
“Menjadi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Terbaik dalam Menghasilkan Aparatur yang Kompeten”.

Misi a.l
  1. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan di bidang pengembangan dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan lingkup provinsi dan kabupaten / kota;
  2. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional profesi serta fungsional kediklatan lingkup provinsi dan kabupaten / kota;
  3. Melaksanakan peningkatan kualitas pengelola pendidikan dan pelatihan serta kelompok jabatan fungsional / Widyaiswara.
Identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman secara makre Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, adalah:
1. KEKUATAN
  • Lokasi Kampus Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah
  • Sarana dan Prasarana / gedung yang memadai
  • Lahan cukup luas
  • Diklat Prajabatan, Diklat Kepemimpinan, Diklat Teknis dan Diklat Fungsional  yang terakreditasi
  • Jumlah Widyaiswara yang cukup
  • Jumlah Personil cukup
  • Adanya Laboratorium Bahasa dan Komputer Informatika
  • Sarana dan Prasarana Olah Raga
  • Adanya Standard Operational Procedure (SOP)
  • Adanya Sistem Informasi Manajemen dan Sarana Teknologi Informasi
  • Adanya dukungan APBD
  • Adanya sarana kerja yang memadai
  • Koordinasi yang baik dengan Instansi lain
  • Integritas SDM Badan Diklat
2.    KELEMAHAN
  • Kualitas / profesionalisme Widyaiswara belum memadai sesuai tuntutan   kompetensi
  • Kualitas / profesionalisme Pejabat Struktural  belum memadai sesuai tuntutan.
  • Belum adanya pejabat fungsional lainnya
  • Mekanisme kerja dan koordinasi inter dan intra Bidang, Sekretariat dan Widyaiswara belum sinergis
  • Pemanfaatan sarana dan prasarana belum optimal.
  • Kualitas dan kuantitas  Sarana dan prasarana pendukung diklat kurang memadai
  • Implementasi kebijakan diklat pola satu pintu belum efektif.
  • Pemberian penghargaan dan sanksi belum optimal
  • Penerapan sistem manajemen kediklatan dan pola kemitraan belum efektif
  • Lingkungan, asrama, tempat pembelajaran kurang bersih
  • Belum ada networking/jejaring kerja dengan perpustakaan lain dalam peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan termasuk penyediaan bahan pustaka.
  • Disiplin Tenaga pengajar/Widyaiswara dalam memenuhi sekuen pembelajaran masih kurang.
  • Penerapan tata tertib kurang konsisten dan kurang tegas.
3.    PELUANG
  • Adanya komitmen Gubernur agar Badan Diklat mampu mencetak Pemimpin dan alumnus yang kompeten
  • Slogan Bali ndeso mbangun deso mendorong peningkatan penyelenggaraan jenis diklat.
  • Peran Badan Diklat sebagai media penyebarluasan informasi tentang kondisi dan potensi Jawa Tengah.
  • Badan Diklat sebagai sarana perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Adanya kewenangan Gubernur selaku wakil pemerintah untuk membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
  • Adanya kesempatan mengikuti diklat bagi SDM Badan Diklat.
  • Penyelenggaraan diklat dengan biaya instansi pengirim.
  • Kebijakan pengadaan Pegawai Negeri Sipil baru.
  • Potensi SDM Aparatur Provinsi Jawa Tengah cukup besar.
  • Pemanfaatan fasilitas Badan Diklat oleh masyarakat.
  • Dukungan DPRD.
  • Kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Dinas/Instansi lainnya dan swasta
4.    TANTANGAN/ANCAMAN
  • Adanya lembaga diklat yang menyelenggarakan diklat sejenis
  • Adanya tuntutan peningkatan kompetensi alumni sesuai perkembangan iptek.
  • Adanya tuntutan kualitas/mutu program diklat dan  penyelenggaraan diklat (Standar Pelayanan Minimal).
  • Adanya pemanfaatan alumni belum sesuai dengan kompetensi yang diperoleh.
  • Ikatan alumni diklat kurang aktif
       Dari analisis SWOT diatas sebenarnya peluang dalam pengembangan profesionalisme Widyaiswara sangat terbuka dan upaya kearah sana sudah pula dilakukan namun faktanya dalam hal kinerja widyaiswara dalam KTI belum cukup memuaskan. Berkenaan dengan hal itu, kamimencoba menggunakan pisau analisis yang sama untuk membedah masalah actual diatas.
Pendekatan SWOT dalam masalah rendahnya unjuk kerja dan produktivitas Widyaiswara dalam Penulisan Karya Tulis Ilmiah

A.   Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancamat (SWOT)
Terkait dengan rendahnya kinerja widyaiswara dalam penulisan karya ilmiah, melalui analisis SWOT dapat diidentifikasi hal-hal sbb:

1.    Kekuatan:
  • Ilmu pengetahuan dan materi ajar yang sudah dikuasai
  • Angka kredit untuk penulisan karya ilmiah dipersyaratkan
  • Jabatan fungsional yang prestisius
  • Imbalan financial dari tulisan yang dimuat media
  • Factor kepuasan ketika berhasil menyel;esaikan karya ilmiah
2.    Kelemahan
  • Motivasi kurang kuat
  • Minat baca rendah
  • Penguasaan bahasa masih kurang
  • Belum memahami norma karya ilmiah
3.    Peluang
  • Keberadaan majalah Warta Diklat
  • Keberadaan Jurnal Widya Prana
  • Media cetak umum (Koran/majalah)
  • Media electronic (Website)
4.    Ancaman
  • Kemungkinan pembajakan karya ilmiah
  • Penghargaan bagi penulis tidak cukup berarti
  • Norma penilaian karya ilmiah belum jelas
  • Alternative angka kredit dari kegiatan selain menulis

B.  Identifikasi dan Prioritas Masalah
Memperhatikan berbagai factor kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan seperti terurai di atas, kiranya secara sederhana dapat disimpulkan bahwa produktivitas karya ilmiah widyaiswara di Bandiklat Prov.Jateng yang rendah disebabkan beberapa factor penghambat antara lain:
  1. Menulis belum menjadi kebutuhan yang mendesak
  2. Pemahaman terhadap norma penilaian karya ilmiah masih rendah
  3. Frekwensi membaca karya tulis/lteratur terbatas
  4. Adanya alternative mendapat angka kredit dari aktivitas non menulis
Namun demikian, disisi lain ada factor pendorong yang cukup relevan, a.l:
  1. Keberadaan berbagai media untuk memuat karya ilmiah
  2. Konsep dan pengetahuan yang sudah dikuasai secara mendalam
  3. Angka kredit yang kongkrit untuk suatu karya ilmiah
  4. Fasilitas sarana kerja Bandiklat yang mendukung
  5. Kordinasi dengan instansi lain cukup terbuka
C.  Pemecahan Masalah
        Dengan mengambil sistematika analisa pohon dalam Diklatpim Tingkat IV maka masalah rendahnya kinerja dan produktivitas widyaiswara dalam karya ilmiah, dapat diatasi dengan beberapa alternative, yaitu:
  1. Kompetisi karya tulis ilmiah berjenjang
  2. Pendampingan oleh widyaiswara senior
  3. Pemberian insentif khusus penulisan
  4. Membentuk dan mengaktifkan FGD Karya Tulis Ilmiah
  5. Pertemuan berkala untuk konsultasi KTI
Selanjutnya melalui analysis Kepner Tregue, yakni dengan melakukan pembobotan dari ke-empat alternative dari aspek / criteria ketersediaan Tenaga, besarnya biaya, kemudahan prosedur, ketersediaan waktu maka dapat ditemukan  alternative terpilih yaitu:
Pendampingan oleh Widyaiswara Senior.
Secara sederhana dalam benak pemikiran penulis, setiap widyaiswara utama wajib membimbing beberapa widyaiswara madya, sedang setiap widyaiswara madya membimbing beberapa widyaiswara muda dan pratama. Prinsipnya ada pembegian secara proporsional dari setiap widyaiswara di tiap jenjang untuk membantu dan membimbing widyaiswara di bawahnya dalam membuat karya tulis ilmiah. Dalam kaitan ini, kegiatan membimbing Widyaiswara jenjang di bawahnya merupakan kegiatan penunjang dengan sub unsure penunjang tugas widyaiswara dengan nilai angka kredit 0,25 berlaku bagi semua jenjang (periksa Lampiran Kep MenPAN No.14 Tahun 2009).

D.    Rencana Implementasi
       Pendampingan oleh widyaiswara senior merupakan aalternatif terpilih yang diharapkan dapat memecahkan masalah rendahnya kinerja dan produktivitas widyaiswara dalam penulisan karya ilmiah. Untuk terlaksananya kegiatan tersebut, langkah kongkrit yang diperlukan adalah:
  1. Memanfaatkan pertemuan bulanan widyaiswara untuk menyamakan persepsi
  2. Mengadakan rapat bersama kordinator dengan pejabat terkait (Sekretaris, Bidang Fungsional, dan Bidang Bangdalmudik) untuk mendiskusikan perumusan kebijakan dan rencana kerja, s/d merancang rumusan draft SK Kaban.
  3. Menetapkan dalam SK Ka Badan meliputi penyelenggara, metode dan prosedur, biaya, waktu, evaluasi dan pelaporan
  4. Melaksanakan program pendampingan penulisan karya ilmiah tahun 2011-2012
  5. Memfasilitasi penyiapan portofolio karya ilmiah widyaiswara menghadapi sertifikasi tahun 2014.
PENUTUP
Simpulan
  1. Penilaian portofolio karya ilmiah widyaiswara merupakan bagian penting dalam sertifikasi widyaiswara yang rencananya diadakan pada tahun 2014
  2. Kinerja dan produktivitas karya ilmiah widyaiswara s/d tahun 2010 masih rendah
  3. Terdapat berbagai alternative untuk memecahkan masalah tersebut,yaitu ; Kompetisi karya ilmiah berjenjang, pendampingan oleh widyaiswara senior, pemberian insentif penulisan dan membentuk dan mengaktifkan FGD Karya Ilmiah
Rekomendasi
  1. Peningkatan kinerja dan produktivitas karya ilmiah widyaiswarya dapat dicapai melalui kegiatan pendampingan oleh widyaiswara senior
  2. Kegiatan pendampingan/pembimbingan  tersebut dituangkan dalam SK Kaban
  3. Waktu pendampingan dimulai tahun 2011 s/d 2012
Demikian pemikiran awal kami, yang tentunya sangat terbuka untuk dikritisi dan disempurnakan oleh semua pemangku kepentingan di Bandiklat Prov. Jateng dalam bersama-sama meningkatkan profesionalisme widyaiswara.
Kami sangat menunggu.



Semarang,  27 Desember 2010
                                                                                                    Penyusun,

Drs. YUSUF SUBAGYO, Msi
Widyaiswara Madya
NIP. 19520716 197602 1 001
-
 
   
  Berita Lain :  
  » Seminar Karya Tulis Ilmiah : Pra Temu Ilmiah Pejabat Fungsional Widyaiswara  
  » Penutupan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan 6, Diknis KLHS Angkatan 2, Diknis PATEN Angkatan 3 dan Dikfung OPT bagi PHP OPT Angkatan 2  
  » Penyelenggaraan Diklat Fungsional Ubinan Tanaman Pangan  
  » Cilacap : Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 23  
  » Observasi Lapangan Diklat Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Perkantoran Berbasis Teknologi Informasi Angkatan II  
  » Penutupan Diknis Anjab Tingkat Dasar Angkatan 2 dan Dikfung Tenaga Pendamping Bagi Usaha Kecil Skala Mikro  
  » Pembukaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan 24 dan 25  
  » Pembukaan Diklat Pembentukan Dalam Jabatan Fungsional Penyuluh Kesehatan Ahli Angkatan II  
  » Badan Diklat menyelenggarakan Diklat Teknis Petugas Laboratorium Hiperkes dan Diklat Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Perkantoran Berbasis TI Angkatan 2.  
  » Observasi Lapangan Diklat Fungsional Perawat Tingkat Ahli di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur  
  » Sekilas Berita Observasi Lapangan Kegiatan Diklat Teknis dan Fungsional  
  » Penutupan Diklat Teknis Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan, Diklat Teknis Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Perkantoran Berbasis Teknologi Informasi Angkatan I dan Diklat Pembentukan Dalam Jabatan Fungsional Perawat Jenjang Terampil Angkatan II  
  » Kegiatan Benchmarking Diklatpim Tingkat IV Angkatan 13 Badan Diklat Jawa Tengah  
  » Kegiatan Benchmarking Diklatpim Tingkat III Angkatan 8 Badan Diklat Jawa Tengah  
  » Diklat Kepemimpinan Tk. IV Angkatan 16 Tahun 2014 di Kab. Wonogiri  
  » Diklatpim Tingkat IV Angkatan 10 dan 11 - Kabupaten Banyumas  
  » Pembukaan Diklat SAKIP  

 

 
 
samping.jpg
Diklatpim 2 Angkatan 2


523.573
 
©Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah 2014